Preloader
A person analyzing customer data and conversion rates on a tablet related to the marketing funnel.

Bagaimana Brand-Brand Besar Menyusun Funnel Awareness Sampai Loyalty?

Tujuan dari brand awareness tak hanya untuk dikenal, tetapi juga bagaimana konsumen bergerak mulus dari tahap kenal hingga loyal. Di Asia Tenggara, banyak brand besar berhasil membangun struktur funnel yang efektif dengan kombinasi konten, teknologi, dan strategi yang relevan dengan perilaku lokal. Seperti apa strateginya? Simak ulasan selengkapnya berikut.

Apa Itu Struktur Funnel?

1. Definisi dan Tujuan Umum

Struktur funnel pemasaran adalah model yang menggambarkan perjalanan pelanggan mulai dari tahap pertama saat seseorang mengenal brand, hingga akhirnya melakukan pembelian dan seterusnya. Tujuannya adalah memetakan jalur menuju konversi dan seterusnya, serta membantu brand mengetahui strategi apa yang perlu dijalankan di setiap tahap untuk memengaruhi konsumen secara efektif. Analisis funnel yang baik akan membantu brand meningkatkan penjualan, loyalitas, dan brand awareness secara beriringan.

2. Tahapan Klasik AIDA dan Model TOFU-MOFU-BOFU

Model funnel paling dikenal adalah AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang memperjelas tahapan dari memperkenalkan brand hingga mendorong konsumen melakukan tindakan. Di samping itu, ada pendekatan funnel yang lebih sederhana, yaitu TOFU (Top of Funnel), MOFU (Middle of Funnel), dan BOFU (Bottom of Funnel), yang memudahkan pengawasan aktivitas untuk awareness, pertimbangan, dan konversi. Beberapa brand bahkan menambahkan tahap loyalitas dan advokasi sebagai ekstensi dari funnel awal untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen.

3. Manfaat Analisis Funnel

Menggunakan struktur funnel memungkinkan brand melihat secara jelas di mana terjadi penurunan (leakage) dalam perjalanan pelanggan, sehingga bisa memperbaiki titik-titik tersebut secara tepat. Funnel juga membantu memperjelas strategi marketing yang spesifik: seperti meningkatkan brand awareness, memperkuat bukti sosial di tahap pertimbangan, serta memberikan pengalaman pembelian yang mudah dan memikat di tahap konversi. Dengan pendekatan ini, brand dapat menyusun strategi konten dan kanal yang tepat untuk setiap tahap, sehingga mendorong loyalitas serta advokasi dari konsumen di fase akhir funnel.

Dengan memahami struktur funnel, langkah berikutnya adalah melihat lebih dekat tahap awal yang menjadi fondasi seluruh perjalanan konsumen. Tahap tersebut adalah awareness, pintu masuk utama yang menentukan bagaimana audiens pertama kali mengenal sebuah brand.

Pengertian Awareness

1. Definisi Menyeluruh

Brand awareness mengacu pada tingkat di mana konsumen kenal dan bisa mengenali sebuah brand, baik melalui nama, logo, maupun elemen visual lainnya. Tahap ini adalah fondasi utama dari keseluruhan sales funnel karena tanpa kesadaran, konsumen tidak akan mempertimbangkan untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, brand awareness menjadi landasan penting dalam membangun hubungan konsumen jangka panjang.

2. Komponen Kesadaran: Recognition & Recall

Brand awareness terdiri dari dua komponen utama: brand recognition, yakni kemampuan konsumen mengenali brand ketika diperlihatkan atau disebutkan, serta brand recall, yakni kemampuan mengingat brand secara spontan tanpa bantuan. Tipe awareness ini membantu menunjukkan seberapa kuat sebuah brand hadir dalam benak audiens pada berbagai momen komunikasi. Brand recall yang tinggi biasanya menunjukkan brand yang sudah menjadi “top of mind” di kategori sebuah produk, memastikan ada peluang lebih banyak sebagai pilihan konsumen.

3. Pentingnya Awareness untuk Loyalitas dan Pertumbuhan

Membangun brand awareness bukan sekadar untuk dikenal, tetapi juga membuka jalan untuk memperkuat loyalitas dan meningkatkan nilai brand melalui interaksi konsisten. Kesadaran brand yang berkelanjutan menjadikan brand terdepan di benak konsumen ketika keputusan pembelian muncul, memperpendek sales funnel sekaligus memperbesar peluang konversi. Dengan demikian, awareness tak hanya menjadi langkah awal, melainkan juga investasi strategis untuk keberlangsungan brand dalam jangka panjang.

Setelah memahami awareness sebagai pintu masuk utama dalam funnel, perjalanan konsumen tidak berhenti pada sekadar mengenal sebuah brand. Tahap berikutnya yang sama pentingnya adalah loyalty, di mana hubungan dengan konsumen diuji dan diperdalam melalui konsistensi serta pengalaman positif.

Pengertian Loyalty

Loyalty dalam marketing funnel merupakan tahapan di mana pelanggan tidak hanya menyelesaikan pembelian, tetapi juga menunjukkan kecenderungan untuk melakukan pembelian ulang dan menjadi advokat brand. Pada titik ini, brand telah berhasil melampaui sekedar transaksi, tetapi mereka juga membangun hubungan yang membuat konsumen tetap setia dan kembali lagi di masa mendatang.

Tahapan loyalitas sering dibahas dalam konteks digital marketing, karena strategi online seperti program loyalitas, penguatan identitas brand di media digital, dan penyampaian nilai-nilai yang konsisten dapat memperluas hubungan lebih dari sekadar jual-beli. Hal ini menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan lama sekaligus meningkatkan lifetime value mereka.

Loyalty tidak hanya menguntungkan dari sisi repeat purchase, tetapi juga efektif dalam menciptakan advokasi dan word-of-mouth yang organik. Pelanggan loyal yang puas dapat menjadi duta brand yang efektif, membantu memperluas jangkauan dan daya tarik brand secara alami.

Loyalty menandai titik akhir yang ideal dari funnel, di mana konsumen tidak hanya membeli tetapi juga setia dan merekomendasikan brand. Untuk melihat bagaimana konsep ini diterapkan secara nyata, mari kita lihat contohnya.

Contoh Struktur Funnel Kampanye Sukses di Asia Tenggara

Contoh 1: 3CE (L’Oréal) di Vietnam lewat TikTok Full-Funnel

Kampanye 3CE, brand kecantikan asal Korea, di Vietnam menggunakan strategi digital marketing full-funnel di TikTok yang mencakup awareness, consideration, intent, purchase, hingga loyalty. Mereka merancang Custom Audiences sesuai dengan interaksi pengguna, berkolaborasi dengan kreator untuk menciptakan konten yang original seperti TopView, Video Shopping Ads, dan Product Shopping Ads. Hasilnya impresif: peningkatan 38% add-to-cart, 25% inisiasi checkout, serta 28% pembelian, membuktikan efektivitas pendekatan funnel secara penuh dalam mendorong konversi.

Contoh 2: Kampanye Royco di Indonesia via Influencer & UGC

Royco, brand bumbu masak di Indonesia, mengajak 399 Key Opinion Moms (KOMs) berbagi resep tradisional di antaranya soto ayam dan rendang dengan menggunakan produk Royco. Topik-topik tersebut dibuat dalam bentuk tutorial autentik yang menekankan kemudahan dan rasa autentik, memicu engagement tinggi mencapai rata-rata 19%. Interaksi dibangun lewat tantangan resep, konten user-generated, dan narasi lokal yang memperkuat kepercayaan dan relevansi brand di tahap pertimbangan dan engagement funnel.

Contoh 3: Flip (Fintech Indonesia) dengan Pendekatan Brandformance

Flip menerapkan pendekatan “brandformance“, gabungan strategi awareness dan performance, lewat TikTok. Dalam studi kontrol, audiens yang melihat kampanye komprehensif (kombinasi brand + performance) menunjukkan kenaikan konversi sebesar 9,9% dan perbaikan cost-per-action sebesar 10,9% dibanding yang hanya melihat iklan performance saja. Hal ini menegaskan pentingnya sinergi antar berbagai tahap funnel untuk memaksimalkan hasil kampanye.

Kesimpulan

Membangun funnel dari awareness hingga loyalty membutuhkan lebih dari sekadar strategi, diperlukan eksekusi yang tepat, konsisten, dan relevan dengan pasar. Berbekal pengalaman dan keahlian yang sudah terbukti, IDEOWORKS siap mendampingi brand Anda untuk menyusun kampanye yang efektif. Bersama IDEOWORKS, perjalanan konsumen Anda bisa dioptimalkan dari tahap kenal hingga setia, memastikan pertumbuhan brand yang berkelanjutan.

Tags

Further Reading: