Preloader
Contoh Penerapan SEO pada Website untuk Pemula

Contoh Penerapan SEO pada Website untuk Pemula

Contoh Penerapan SEO pada Website untuk Pemula

Contoh penerapan SEO akan memudahkan cara praktiknya. Melalui praktik SEO secara langsung, bahkan pemula bisa membuat website lebih mudah ditemukan di mesin pencarian, sehingga mendatangkan lebih banyak pengunjung, tanpa perlu biaya iklan yang mahal. Ada cara-cara sederhana menerapkan SEO dengan mengikuti contoh yang sudah ada. Berikut ulasannya.

Baca Juga Artikel :

Contoh Penerapan SEO Berdasarkan Platform Konten

Berikut penerapan SEO berdasarkan jenis platform dengan konten masing-masing:

1. SEO YouTube

SEO YouTube bertujuan menaikkan peringkat video YouTube di YouTube itu sendiri dan di Google, saat user mengetikkan keyword yang berkaitan dengan konten video di kolom search.

2. SEO Marketplace

SEO marketplace berarti penerapan SEO di e-commerce, tujuannya untuk membuat produk muncul di hasil pencarian di marketplace tersebut, berdasarkan keyword tertentu. Jadi, saat konsumen mengetik keyword yang dicari, produk atau layanan Anda yang akan muncul.

3. SEO Google

Sebagai salah satu yang paling utama, SEO Google bertujuan untuk menaikkan peringkat website di hasil pencarian, sesuai dengan keyword yang berkaitan dengan produk atau layanan bisnis Anda.

Terdengar sulit tetapi sebenarnya tidak, bahkan pemula juga bisa langsung mencoba menerapkan SEO, dengan cara yang sederhana.

Cara Menerapkan SEO dengan Langkah Sederhana

Penerapan SEO secara sederhana dapat dilakukan salah satunya melalui SEO on-page, berikut praktiknya yang bisa Anda coba:

1. Membuat Judul yang Menarik

Judul harus mencerminkan isi yang ingin disampaikan di dalam konten. Tempatkan keyword di awal judul. Gunakan 50-60 karakter untuk judul ini. Hindari juga kata-kata yang ambigu dan membingungkan, buatlah judul yang jelas, mudah dimengerti dalam sekali baca. Tujuan judul adalah menarik orang untuk mengkliknya.

2. Membuat Meta Description

Dalam meta description Anda akan menjelaskan gambaran ringkas tentang isi halaman website lebih tepatnya konten di dalamnya. Tempatkan juga kata kunci yang relevan pada meta description, buat secara alami agar kalimatnya tetap mengalir. Panjang ideal meta description adalah 150-160 karakter dan tambahkan call to action atau CTA yaitu ajakan untuk bertindak.

3. Membuat Konten yang Bermanfaat

Fokus utama konten adalah memenuhi kebutuhan pembaca. Konten ini harus bisa menjawab pertanyaan dengan jelas, baik kontennya berupa artikel, video, infografis, maupun yang lainnya. Gunakan juga struktur heading yang jelas, terutama H1, H2, H3, dan seterusnya untuk subjudul. Tulis kalimat yang mudah dipahami, gunakan bahasa sederhana tapi berbobot.

4. Optimasi Keyword

Terlebih dahulu, lakukan riset keyword yang relevan. Setelah itu, masukkan keyword tersebut ke dalam judul dan paragraf kalimat yang ada di dalam konten. Gunakan juga keyword yang bervariasi termasuk mencantumkan keyword longtail yang lebih panjang. Pastikan menempatkan keyword di subjudul juga, agar semakin mudah terbaca oleh mesin pencari.

5. Membuat Internal Link

Langkah ini bertujuan menautkan konten ke konten lainnya yang relevan. Caranya, gunakan teks link deskriptif. Selain itu, gunakan link juice, yaitu link yang diberikan oleh sebuah website ke website lainnya. Link juice dari sumber yang terpercaya membuktikan bahwa website Anda relevan dan berkualitas.

6. Membuat Struktur URL yang Jelas

Selalu gunakan URL yang singkat dan jelas, menjelaskan apa isi konten di halaman website tersebut. Cantumkan juga keyword yang relevan di URL tersebut. Hindari menggunakan angka dan simbol agar URL lebih mudah dibaca. Gunakan juga huruf kecil secara konsisten, dan beri tanda hubung atau garis strip antar kata.

7. Mengoptimalkan Kecepatan Website

Kompres ukuran gambar media, agar website tidak lambat akibat gambar yang terlalu besar. Aktifkan juga caching halaman browser, sehingga file seperti CSS, JavaScript, gambar, tersimpan langsung di perangkat user, sehingga ketika website dibuka kembali, tidak perlu mengunduh ulang data dari server. Pastikan juga waktu loading ideal adalah 3 detik.

Selain SEO on-page tersebut, Anda juga bisa menerapkan cara lainnya yang merupakan SEO off-page yang sangat bisa diaplikasikan oleh pemula.

Contoh Penerapan SEO untuk Pemula

Pemula bisa menerapkan SEO secara keseluruhan yang terintegrasi dan saling mendukung, seperti penerapan SEO on-page yang didukung oleh SEO off-page. Berikut contohnya:

1. Aktif Membuat Postingan di Media Sosial

Buat konten yang menarik secara rutin, sehingga user sudah menunggu saat Anda posting. Sertakan juga keyword yang relevan di dalam konten. Bagikan link konten yang sudah di-posting ke website Anda. Pastikan mengaktifkan kolom komentar untuk meningkatkan interaksi, serta gunakan hashtag yang populer.

2. Selalu Mention Nama Bisnis atau Brand

Di setiap konten selalu sebutkan nama brand. Tautkan juga brand ke halaman website. Brand juga perlu disertakan di dalam caption konten, baik berupa foto atau video. Anda juga bisa meminta agar brand disebut di postingan lainnya, misalnya di postingan user yang menggunakan produk atau layanan Anda. Pastikan juga selalu memantau mention brand ini untuk mengikuti perkembangannya.

3. Membuat Google Profil Bisnis yang Bagus

Buat Google Profil Bisnis dengan mengisi semua informasi yang diminta secara lengkap dan benar. Tambahkan gambar foto yang jelas dan berkualitas. Tuliskan deskripsi bisnis dengan baik dan buatlah menarik. Anda juga bisa meminta pelanggan untuk memberikan ulasan. Profil ini juga perlu diperbarui secara rutin.

Setelah mengetahui contoh penerapan SEO, kenali juga beberapa kesalahan umum dalam SEO yang bisa Anda hindari.

Kesalahan Umum Penerapan SEO yang Perlu Dihindari

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan SEO:

1. Posting Konten yang Sama Secara Berulang

Ada banyak konten yang isinya benar-benar mirip, hanya berubah kata yang digunakan saja. Ini membuat mesin pencari bingung untuk menentukan konten yang menjadi prioritas, sehingga berisiko menurunkan peringkat halaman website di hasil pencarian Google.

2. Keyword Ditempatkan Terlalu Berdekatan

Keyword ditempatkan secara tidak alami, seperti banyak keyword menumpuk di satu tempat, atau keyword disambungkan dengan kalimat tetapi justru menjadi tidak nyambung, sehingga rangkaian kalimatnya terasa tidak mengalir. Teks paragraf menjadi sulit dibaca oleh manusia, sementara mesin pencari akan langsung menganggapnya sebagai spam.

3. Kurangnya Optimasi Mobile

Tampilan website tidak responsif di browser smartphone. Saat website lambat atau tampilannya tidak nyaman, pengguna ponsel merasa enggan membuka-buka website tersebut. Pada akhirnya, ini dapat berujung pada peringkat menurun drastis di hasil mesin pencarian.

4. Kecepatan Loading Website yang Lambat

Waktu loading terlalu lama, sehingga pengunjung website akan langsung meninggalkan halaman tersebut. Jika ini yang terjadi, mesin pencari juga akan menilai bahwa pengalaman user itu buruk.

5. Title Tag Terlalu Panjang

Judul yang terlalu panjang akan terpotong di Google, sehingga menjadikan keyword tidak efektif karena bisa jadi, keyword tidak terlihat oleh pembaca. Saat ini terjadi maka bisa mengurangi klik dari user.

Pada dasarnya, siapa saja bisa mempelajari SEO dan memanfaatkan contoh penerapan SEO. Praktik SEO secara langsung akan lebih menguntungkan karena bisa belajar sambil menekuni prosesnya. Pemula pun bisa memulainya dari awal, hal terpenting adalah konsisten untuk optimasi website. Percayakan strategi SEO kepada IDEOWORKS yang siap mendampingi dengan tim ahli dan berpengalaman. Hubungi IDEOWORKS sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Tags

Further Reading: