Preloader
10 - young-woman-making-makeup-vlog-with-her-smartphone

Dari KOL ke Key Creators: Saatnya Ubah Strategi Influencer Anda di Tahun 2025

Salah satu hal yang paling menarik dari dunia pemasaran digital adalah ia selalu berubah-ubah, alias sangat dinamis. Seringkali, perubahan yang sangat cepat tersebut membuat brand harus lebih cekatan dalam mengembangkan atau menyesuaikan strategi pemasaran yang mereka terapkan. Salah satunya yang akan mengalami perubahan signifikan adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan pengaruh influencer di tahun 2025 ini. Dalam konteks yang lebih luas, pergeseran ini juga menjadi bagian dari innovation in Southeast Asia creative industry, di mana pendekatan-pendekatan baru dalam komunikasi brand dan pemasaran digital terus bermunculan.

Sudah bukan menjadi rahasia bahwa selama ini strategi pemasaran yang berkolaborasi dengan para Key Opinion Leaders (KOL) menjadi pilihan utama bagi brand yang ingin memperkenalkan produk mereka ke pasar konsumen Indonesia. Tetapi, saat ini terlihat semakin banyak konsumen yang lebih tertarik dan mengikuti saran maupun rekomendasi dari seorang key creator. Mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana sebaiknya menyikapi trend shift tersebut?

Mengapa Perubahan Tren Influencer dari KOLs ke Spesialis Bisa Terjadi?

Terjadinya tren pergeseran dari KOLs ke spesialis bisa dipicu oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah:

1. Munculnya Fenomena Ad Fatigue

Banyaknya konten influencer KOLs yang terlalu dipoles mengakibatkan audiens mengalami ad fatigue atau kejenuhan terhadap iklan. Mereka menilai bahwa ulasan yang disampaikan oleh influencer tersebut tidak jujur dan mengakibatkan ketidakpercayaan. 

2. Pencarian Koneksi Otentik

Gempuran iklan baik yang diluncurkan di televisi maupun oleh KOLs mengakibatkan masyarakat merasa bahwa mereka tak lebih hanya sebagai target pemasaran saja. Hal ini membuat audiens merindukan konten yang tidak hanya berisi promosi untuk produk atau layanan tertentu, namun juga memberikan ulasan yang jujur berdasarkan pengalaman pribadi yang mampu membangun koneksi emosional yang lebih otentik.

3. Timbulnya Kekuatan Komunitas Niche

Jagat maya yang luas tidak hanya menjadi jembatan untuk menghubungkan seseorang dengan teman atau kerabat dekat yang sudah lama tak bersua. Melalui internet, seorang individu juga menjadi lebih mudah terhubung dengan komunitas yang memiliki minat dan passion di bidang yang sama. Bagi para anggota komunitas dengan niche tersebut, ulasan yang diberikan oleh seseorang dengan latar-belakang keahlian atau pengalaman yang relevan dengan niche di ranah yang sama akan memberikan impact yang lebih besar dan tentunya lebih dipercaya.

4. Efektivitas Biaya dan ROI

Dari segi sudut pandang brand, menjalin kerjasama dengan key creator menawarkan efisiensi biaya yang lebih menarik. Pasalnya, untuk menjalin kerjasama dengan influencer mega KOLs umumnya akan membutuhkan biaya investasi yang sangat besar. Sedangkan, di sisi lain hasil ROI dari kolaborasi tersebut juga seringkali tak terukur. Lain halnya jika sebuah brand bekerjasama dengan spesialis yang umumnya memiliki audiens yang lebih spesifik. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk strategi kolaborasi ini tentunya jauh lebih terjangkau dengan peluang ROI yang lebih menjanjikan.

5. Relevansi dengan Budaya Lokal

Sebuah brand akan lebih mudah diterima apabila ia bisa melibatkan nilai kebudayaan lokal di dalam narasi campaign-nya. Key creators merupakan sosok influencer yang memiliki kedekatan dengan realita masyarakat dan bersentuhan langsung dengan kebudayaan lokal mereka. Tentunya ia juga memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai cara berkomunikasi yang tepat sesuai dengan nilai luhur kebudayaan yang dianut oleh warga lokal. Hal ini membuat key creators bisa berinteraksi dengan audiens secara natural dan lebih mudah membangun keakraban.

Apa Itu Key Creators?

Dibandingkan selebriti yang juga menjadi seorang KOL, key creators memang memiliki jumlah jangkauan followers yang lebih kecil. Tetapi, mereka memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya patut  dipertimbangkan sebagai rekan kerjasama untuk mempromosikan brand dan produk-produk Anda. Seorang key creator memiliki sejumlah keunggulan sebagai berikut:

  • Mereka memiliki engagement rate yang tinggi
  • Memiliki passion atau keahilian di niche yang spesifik
  • Mereka menghadirkan konten yang otentik dan sangat dipercaya
  • Mereka memiliki kemampuan bercerita yang sangat handal.

Aspek-aspek yang Harus Brand Rumuskan Ulang untuk Strategi Influencer di Tahun 2025

Brand yang profesional sudah pasti lebih tangkas dalam menyikapi pergeseran tren KOLs ke key creators. Untuk memastikan penyesuaian berlangsung secara mulus, berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan oleh brand:

1. Lebih Memprioritaskan Relevansi dibandingkan dengan Jangkauan Semata

Jumlah followers yang fantastis sudah bukan lagi menjadi prioritas dalam hal pemasaran melalui influencer. Sebaliknya, brand perlu lebih fokus pada relevansi antara sosok influencer tersebut dengan niche produk yang Anda tawarkan. Perhatikan juga apakah mereka memiliki target audiences yang sesuai dengan target pasar pemasaran brand Anda. 

2. Lebih Mengedepankan Tingkat Engagement tak Hanya Fokus pada Jumlah Followers

Selain memperhatikan relevansi atau kesesuaian antara influencer dengan produk yang brand Anda tawarkan, jangan lupa untuk memperhatikan engagement rate yang bisa menjadi parameter paling jujur dalam menilai kedalaman koneksi dan keterlibatan antara follower dan influencer tersebut. Pilihlah influencer yang bisa berinteraksi akrab dengan para followers-nya.

3. Fokus pada Kualitas dan Orisinalitas Konten

Saat menjalin kolaborasi dengan key creators, tentunya brand memiliki sejumlah guideline yang sudah ditentukan. Namun, ada baiknya Anda juga memberikan ruang kebebasan sehingga mereka bisa membuat ulasan konten orisinil dan sesusia dengan karakter dan ciri khasnya. 

4. Membangun Hubungan Jangka Panjang

Alih-alih mengajukan kontrak terputus, pertimbangkanlah untuk membangun hubungan kolaborasi jangka panjang dengan key creators. Dengan menjalankan kemitraan jangka panjang bersama, mereka akan memiliki pemahaman mengenai brand atau brand knowledge yang lebih mendalam. Sehingga, konten yang mereka buat pun menjadi5 lebih terintegrasi dengan baik. 

5. Memanfaatkan Multi-Platform atau Niche Platform

Saat mempromosikan konten, jangan hanya berfokus pada platform media sosial besar seperti Instagram atau Tiktok. Ada baiknya untuk memaksimalkan niche platform yang biasanya digunakan oleh key creator tersebut. Beberapa platform seperti Discord, Lemon8, atau platform Podcast bisa menjadi salah satu sarana bagi key creator untuk terhubung dengan komunitas sekaligus target pasar Anda. 

6. Tak Hanya Berhenti di Awareness, Tetapi Juga Fokus pada Pengukuran Dampak yang Nyata

Dalam menerapkan strategi pemasaran menggunakan influencer, brand sebaiknya tidak hanya fokus pada pembangunan awareness saja. Jangan lupa untuk menetapkan metrik-metrik KPI yang bisa digunakan untuk menunjukkan efektivitas performa dari strategi tersebut. Beberapa metrik yang bisa Anda gunakan antara lain jumlah konversi leads, jumlah traffic yang masuk ke website Anda, maupun angka yang menunjukkan peningkatan penjualan yang terintegrasi dengan platform yang digunakan influencer tersebut.

Kesimpulan

Perubahan tren influencer di tahun 2025 memang tergolong sangat cepat yang membuat brand harus segera beradaptasi. Oleh karena itu, susun kembali strategi pemasaran Anda dengan mengikuti tren yang berlangsung, termasuk memahami future trends in creative marketing, dan hubungi IDEOWORKS untuk mendapatkan hasil performa yang lebih optimal. Tim ahli dari agensi digital ini memiliki kompetensi yang sangat teruji dalam hal penyusunan strategi pemasaran terkini sesuai dengan kebutuhan atau target perusahaan. Hubungi IDEOWORKS sekarang juga.

Tags

Further Reading: