{"id":17008,"date":"2025-03-12T09:40:17","date_gmt":"2025-03-12T02:40:17","guid":{"rendered":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/?p=17008"},"modified":"2025-10-01T08:22:15","modified_gmt":"2025-10-01T01:22:15","slug":"psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/","title":{"rendered":"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling"},"content":{"rendered":"<h2><b>Key points<\/b><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Visual storytelling bisa menarik perhatian audiens karena otak memproses informasi visual dengan lebih cepat daripada teks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, desain dari visual storytelling itu sendiri bisa memengaruhi pengambilan keputusan dan kesan audiens terhadap brand Anda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih efektif, strategi visual storytelling sebaiknya memiliki bahasa visual yang kohesif, elemen visual yang unik, dan hierarki konten yang jelas serta konsisten.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara paling efektif untuk menarik perhatian audiens adalah melalui visual storytelling, seperti yang dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">creative agency <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta. Pada dasarnya, strategi ini menggabungkan elemen visual dengan narasi untuk membangun koneksi emosional.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, mengapa strategi ini efektif? Ternyata, efektivitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visual storytelling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berkaitan erat dengan dasar psikologi yang sudah terbukti. Jika Anda tertarik menerapkannya dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branding <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mari kita pelajari komponen yang perlu Anda sertakan melalui tulisan ini!<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar Psikologi Visual Storytelling<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah prinsip dan riset psikologi yang mendasari efektivitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visual storytelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Cara otak memproses informasi visual dibandingkan teks<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Otak manusia memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat dibandingkan teks. Studi oleh <\/span><a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC6125597\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kosmyna, et al. (2018)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebutkan bahwa otak dapat mengenali gambar dalam waktu kurang dari 13 milidetik.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menunjukkan bahwa elemen visual lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan dengan teks panjang. Ketika sebuah merek menggunakan gambar atau video dalam komunikasinya, audiens akan lebih cepat menangkap pesan yang ingin disampaikan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Dampak narasi visual terhadap pengambilan keputusan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih berkaitan dengan hasil studi yang sudah disebutkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visual storytelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa memengaruhi pengambilan keputusan. <\/span><a href=\"https:\/\/www.nngroup.com\/articles\/picture-superiority-effect\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian dari Nielsen Norman Group<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa otak manusia lebih cenderung mengingat informasi yang disampaikan dalam bentuk cerita dan gambar\u00c2\u00a0 dibandingkan data atau fakta tunggal.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan membangun narasi yang kuat dalam strategi visual, merek dapat menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi audiens. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan dan mendorong keputusan pembelian yang lebih cepat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Bagaimana bahasa visual membangun kepercayaan dan kesadaran<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa visual juga berperan dalam membangun kepercayaan dan kesadaran terhadap merek. Dengan kata lain, warna, bentuk, dan komposisi visual memiliki dampak besar terhadap persepsi audiens.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, sebuah studi dari <\/span><a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1007\/s11747-010-0245-y\"><span style=\"font-weight: 400;\">University of Loyola, Chicago<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan bahwa warna dapat menonjolkan bagian tertentu dalam kepribadian sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik dari segi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maupun kecerahannya.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dengan menggunakan elemen visual yang tepat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa menciptakan kesan yang lebih kuat dan membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumennya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen Penting dalam Strategi Visual Storytelling<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visual storytelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih efektif, sebaiknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">social media agency <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta menyertakan komponen-komponen berikut dalam strategi:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">1. Bahasa visual yang kohesif<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsistensi dalam penggunaan warna, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan gaya desain memastikan bahwa audiens dapat dengan mudah mengenali dan mengingat merek Anda. Misalnya, Coca-Cola selalu menggunakan warna merah khasnya yang langsung dikenali oleh konsumen di seluruh dunia.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, keselarasan antara elemen visual dan pesan yang ingin disampaikan akan meningkatkan efektivitas komunikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Anda.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">2. Elemen visual yang khas<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen visual yang khas membantu membedakan suatu merek dari kompetitor. Logo, ilustrasi, atau ikon yang unik dapat menciptakan identitas yang kuat dan mudah dikenali.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh sukses dari strategi ini adalah merek-merek global seperti Apple dan Nike. Mereka memiliki simbol visual yang langsung dapat diidentifikasi tanpa perlu melihat namanya.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada juga McDonald&#8217;s dengan logo lengkungan emasnya yang berhasil membangun identitas visual yang melekat dalam ingatan audiens.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">3. Hierarki dan konsistensi visual yang jelas<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hierarki dan konsistensi visual juga memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dengan jelas. Penggunaan ukuran, kontras, dan tata letak yang tepat akan membantu audiens memahami informasi secara intuitif.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, di situs web e-commerce seperti Amazon, penggunaan warna kontras pada tombol &#8220;Beli Sekarang&#8221; membantu menarik perhatian pelanggan dan mendorong konversi. Dengan penerapan yang efektif, Anda pun dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan memperkuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand awareness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi Creative Agency Jakarta untuk Branding<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya visual storytelling semakin berkesan bagi audiens, Anda juga bisa bekerja sama dengan agensi yang memiliki pemahaman mendalam tentang psikologi visual. IDEOWORKS adalah salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">creative agency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jakarta yang berfokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan komunikasi visual.\u00c2\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui pendekatan berbasis data dan kreativitas, <\/span><a href=\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">IDEOWORKS<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa membantu merek Anda menciptakan strategi visual yang kuat dan berdampak. Layanan desain grafis, produksi video, dan perancangan strategi media sosial dengan tim ahli yang berpengalaman akan memastikan strategi Anda tetap relevan dengan tren industri. Jadi, jangan ragu-ragu menyampaikan ide kreatif Anda sekarang!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Key points Visual storytelling bisa menarik perhatian audiens karena otak memproses informasi visual dengan lebih cepat daripada teks. Selain itu, desain dari visual storytelling itu sendiri bisa memengaruhi pengambilan keputusan dan kesan audiens terhadap brand Anda. Agar lebih efektif, strategi visual storytelling sebaiknya memiliki bahasa visual yang kohesif, elemen visual yang unik, dan hierarki konten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":123471,"featured_media":17006,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[826],"tags":[798,799,797,800,795,796],"class_list":["post-17008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-research","tag-elemen-storytelling","tag-elemen-visual-storytelling","tag-komponen-storytelling","tag-komponen-visual-storytelling","tag-psikologi-storytelling","tag-psikologi-visual-storytelling"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IDEOWORKS\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-12T02:40:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-01T01:22:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kayla\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kayla\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\"},\"author\":{\"name\":\"Kayla\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/4899a927e63e0d66a1d523cc308358d4\"},\"headline\":\"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling\",\"datePublished\":\"2025-03-12T02:40:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-01T01:22:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\"},\"wordCount\":678,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"elemen storytelling\",\"elemen visual storytelling\",\"komponen storytelling\",\"komponen visual storytelling\",\"psikologi storytelling\",\"psikologi visual storytelling\"],\"articleSection\":[\"Research\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\",\"url\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\",\"name\":\"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-12T02:40:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-01T01:22:15+00:00\",\"description\":\"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/\",\"name\":\"IDEOWORKS\",\"description\":\"Make Idea Works\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization\",\"name\":\"IDEOWORKS\",\"url\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Logo-IDEOWORKS-white.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Logo-IDEOWORKS-white.svg\",\"width\":582,\"height\":70,\"caption\":\"IDEOWORKS\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/4899a927e63e0d66a1d523cc308358d4\",\"name\":\"Kayla\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9984ad5247617c5235a0b3b0501940c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9984ad5247617c5235a0b3b0501940c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kayla\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/ideoworks.id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS","description":"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS","og_description":"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!","og_url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/","og_site_name":"IDEOWORKS","article_published_time":"2025-03-12T02:40:17+00:00","article_modified_time":"2025-10-01T01:22:15+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kayla","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kayla","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/"},"author":{"name":"Kayla","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/4899a927e63e0d66a1d523cc308358d4"},"headline":"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling","datePublished":"2025-03-12T02:40:17+00:00","dateModified":"2025-10-01T01:22:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/"},"wordCount":678,"publisher":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg","keywords":["elemen storytelling","elemen visual storytelling","komponen storytelling","komponen visual storytelling","psikologi storytelling","psikologi visual storytelling"],"articleSection":["Research"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/","url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/","name":"Psikologi dan Komponen di Balik Visual Storytelling - IDEOWORKS","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg","datePublished":"2025-03-12T02:40:17+00:00","dateModified":"2025-10-01T01:22:15+00:00","description":"Ingin menarik perhatian audiens? Anda bisa mencoba visual storytelling yang digunakan oleh creative agency Jakarta. Ini dasar psikologi dan komponennya!","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/psikologi-dan-komponen-di-balik-visual-storytelling\/#primaryimage","url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/high-angle-woman-with-journal-home-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#website","url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/","name":"IDEOWORKS","description":"Make Idea Works","publisher":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#organization","name":"IDEOWORKS","url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Logo-IDEOWORKS-white.svg","contentUrl":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Logo-IDEOWORKS-white.svg","width":582,"height":70,"caption":"IDEOWORKS"},"image":{"@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/4899a927e63e0d66a1d523cc308358d4","name":"Kayla","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9984ad5247617c5235a0b3b0501940c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9984ad5247617c5235a0b3b0501940c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kayla"},"sameAs":["http:\/\/ideoworks.id"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/123471"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17008"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17009,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17008\/revisions\/17009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ideoworks.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}