Preloader

Advertising Campaign: Cara Menyusun dan Mengukurnya Biar Budget Tidak Terbuang


Bikin satu post Instagram buat promosi product baru, itu satu iklan. Umumkan product yang sama lewat video, search ads, dan beberapa post dengan pesan dan periode yang sama, lalu ukur hasilnya bareng, itu advertising campaign.

Jadi campaign adalah rangkaian iklan yang kerja bareng untuk satu objective bisnis. Banyak brand rajin pasang iklan tapi tidak punya benang merah, dan cara paling gampang merapikannya adalah lewat funnel.

Kenapa pakai funnel

Karena orang jarang langsung beli begitu pertama kali lihat brand Anda. Mereka kenal dulu, menimbang, baru memutuskan.

Funnel membagi perjalanan itu jadi tiga tahap: awareness, consideration, dan conversion. Iklan yang mencoba mengenalkan brand sekaligus minta orang beli sekarang biasanya gagal di dua-duanya.

Diagram funnel advertising campaign: awareness, consideration, conversion
Funnel advertising campaign dari awareness sampai conversion

Tiga tahap funnel dalam satu tabel

Tiap tahap punya tugas, audience, dan ukuran sukses sendiri. Ini gambaran besarnya sebelum dibahas satu per satu.

Awareness Consideration Conversion
Tugas Bikin orang kenal Bikin orang menimbang Bikin orang bertindak
Audience Belum kenal brand Sudah melirik Sudah siap memutuskan
Ukuran sukses Reach dan views Klik dan engagement Leads dan sales

Tahap awareness: bikin orang kenal

Di tahap ini Anda belum minta apa pun. Tujuannya cuma satu: orang tahu Anda ada dan ingat apa yang Anda tawarkan.

Tujuan Brand atau product dikenal dan diingat
Audience Cocok dengan profil customer, tapi belum pernah berinteraksi dengan brand
Creative Short video, visual kuat, hook di detik awal, satu pesan saja
Channel YouTube, Reels, TikTok, display, kolaborasi creator
Metrics Reach, impressions, video views, frequency, ad recall lift, kenaikan pencarian nama brand
Kesalahan umum Menilai dari sales langsung, frequency terlalu tinggi sampai orang bosan

Pilih channel yang audience Anda memang ramai di sana, bukan yang lagi ramai dibahas. Kalau pencarian nama brand mulai naik, itu tanda pesan Anda nyangkut.

Tahap consideration: bikin orang menimbang

Di sini Anda menjawab pertanyaan orang yang sudah kenal: kenapa harus Anda, apa bedanya, dan cocok buat siapa.

Tujuan Orang tertarik dan mulai membandingkan Anda dengan pilihan lain
Audience Pernah nonton video, mampir ke profil, atau cari kategori product di Google
Creative Video penjelasan, carousel cara pakai, testimoni, perbandingan sederhana, artikel
Channel Search ads keyword kategori, konten edukatif di social media, artikel website
Metrics Klik, CTR, engagement rate, view through rate, time on page
Kesalahan umum Mengejar klik murah, lupa menyimpan audience untuk tahap berikutnya

Konten organik dan iklan sebaiknya bicara dengan nada yang sama. Karena itu tim social media marketing paling enak pegang keduanya, supaya audience tidak merasa ketemu dua brand berbeda.

Tahap conversion: bikin orang bertindak

Ini tahap yang paling dekat dengan uang masuk. Jawab keraguan terakhir dan kasih satu call to action yang tegas.

Tujuan Beli, daftar, isi form, atau hubungi sales
Audience Pernah buka halaman product, isi keranjang, cari nama brand, atau cari keyword dengan niat beli
Creative Langsung ke inti: promo, garansi, gratis ongkir, jadwal konsultasi
Channel Search ads niat beli, retargeting Meta dan Google, catalog ads, marketplace, lead form
Metrics Transaksi atau leads, cost per acquisition, ROAS, conversion rate landing page
Kesalahan umum Landing page tidak nyambung dengan iklan, semua budget ditaruh di conversion sejak awal

Di Meta Ads, pastikan objective-nya memang mengejar conversion, bukan traffic. Detailnya ada di artikel cara memilih Meta Ads campaign objective.

Menyambungkan antartahap

Kuncinya retargeting. Orang yang nonton video awareness disimpan jadi audience untuk iklan consideration, dan yang mampir ke halaman product dikasih iklan conversion.

Dengan begitu, orang baru tidak langsung disodori promo dan orang yang hampir beli tidak terus dikasih video perkenalan. Soal budget, brand baru biasanya perlu porsi awareness lebih besar, tapi jangan biarkan satu tahap pun kosong.

Cara menyusun campaign, ringkasnya

Mulai dari pertanyaan bisnis, baru turun ke channel dan creative.

  • Tetapkan satu KPI utama dan tahap funnel yang paling perlu didorong.
  • Kenali audience dari data customer, Search Console, dan pertanyaan yang masuk ke tim sales.
  • Kunci key message dalam satu kalimat, lalu turunkan ke creative tiap tahap.
  • Petakan channel per tahap, masing-masing dengan tugas yang jelas.
  • Sisihkan porsi kecil untuk test, lalu geser budget ke yang jalan.

Di Ideoworks, alur ini kami jalankan dengan kerangka IDEO: Identify untuk riset bisnis dan audience, Design untuk strategi dan creative per tahap. Engage untuk eksekusi di channel yang tepat, dan Optimize untuk pengukuran dan perbaikan selama campaign berjalan.

Tracking yang mengikuti funnel

Pasang pixel dan tag analytics sebelum iklan tayang, dan beri penanda sumber di setiap link iklan. Catat juga event penting seperti nonton video, buka halaman product, isi form, dan transaksi.

Lalu baca hasilnya per tahap, supaya kalau satu tahap lemah Anda tahu persis di mana memperbaikinya. Benchmark paling jujur adalah data campaign Anda sendiri, bukan angka industri yang sumbernya tidak jelas.

Paid ads juga lebih efisien kalau website gampang ditemukan di search. Investasi di search engine optimization membantu tahap consideration dan mengurangi ketergantungan pada iklan.

Kapan sebaiknya pakai agensi?

Saat campaign mencakup semua tahap funnel di banyak channel, atau tim internal tidak punya kapasitas untuk riset, produksi creative, dan optimize rutin. Campaign sederhana di satu atau dua channel masih bisa dipegang tim sendiri.

Waktu ketemu calon agensi, tanyakan ini:

  • Bagaimana proses kerjanya dari brief sampai report, dan siapa yang pegang akun sehari-hari?
  • KPI apa yang diusulkan untuk tiap tahap funnel?
  • Apakah akun iklan, pixel, dan data atas nama perusahaan kami?
  • Struktur fee-nya bagaimana?

Pembahasan lengkapnya ada di panduan memilih digital advertising agency.

FAQ seputar advertising campaign

Apa bedanya advertising campaign dengan iklan biasa?

Iklan biasa itu satu materi di satu tempat. Campaign adalah rangkaian iklan dengan key message, objective, budget, dan timeline yang sama, biasanya di beberapa channel.

Apakah setiap campaign harus mencakup tiga tahap funnel?

Tidak harus, campaign promo singkat bisa fokus di conversion kalau audience sudah kenal brand Anda. Untuk brand atau product baru, melewatkan awareness biasanya bikin biaya conversion mahal.

Berapa budget yang dibutuhkan?

Tidak ada angka baku. Hitung mundur dari target leads atau sales, perkirakan cost per result dari data sebelumnya, lalu tambahkan biaya produksi creative.

Channel apa yang paling efektif?

Tergantung tahapnya. Video dan social media kuat di awareness, konten edukatif dan search ads di consideration, serta retargeting dan search ads niat beli di conversion.

Bagaimana tahu campaign kami berhasil?

Bandingkan hasilnya dengan KPI yang ditetapkan sebelum campaign mulai. Baca per tahap: reach untuk awareness, klik untuk consideration, leads atau ROAS untuk conversion.

Ditulis oleh Nahdah, Growth Ads Specialist di Ideoworks.

Kalau Anda sedang menyiapkan advertising campaign dan butuh teman diskusi untuk strateginya, ngobrol dengan tim Ideoworks.

Tags

Further Reading: