Tips Membangun Brand Awareness yang Viral di Media Sosial

Tips Membangun Brand Awareness yang Viral di Media Sosial

Guna membangun brand awareness di media sosial, terkadang strategi viral marketing juga tak boleh dilupakan. Pasalnya, viral marketing termasuk strategi pemasaran yang bisa dilakukan. Teknik ini sering dijumpai di media sosial. Viral marketing adalah upaya menyebarkan informasi terkait suatu barang atau jasa dari satu orang ke orang lainnya secara organic word of mouth (mulut ke mulut) atau berbagi lewat internet.

Tujuan viral marketing adalah untuk menginspirasi individu agar membagikan pesan pemasaran ke teman, keluarga, dan individu lainnya agar menciptakan pertumbuhan jumlah orang yang menerima pesan. Asal-usul kata viral berasal dari sesuatu yang menyebar begitu cepat di antara para audiensnya, seperti virus. Viral marketing dilakukan secara sengaja, meskipun distribusi pesannya terjadi secara organik.

Misalnya media sosial menyediakan ekosistem yang tepat untuk brand awareness product, meskipun berakar pada marketing dari mulut ke mulut secara tradisional. Selain media sosial, sebenarnya viral marketing dapat memanfaatkan media offline. Misalnya majalah, televisi, billboard, koran, dan lainnya. Viral marketing kini dilakukan dengan lebih mudah berkat media sosial. Bisnis dapat segera memperoleh perhatian audiens dengan cepatnya penyebaran informasi.

Cara yang paling mudah melakukan viral marketing adalah dengan memikat perhatian satu orang, sebelum akhirnya orang tersebut menyebarkannya kepada orang lain. Teknik ini sekarang banyak diandalkan perusahaan. Viral marketing juga mempermudah dalam meningkatkan brand awareness product. Apabila suatu konten pemasaran produk sudah viral di jagat maya, produk tersebut akan lebih mudah dipasarkan di publik.

Viral marketing dapat mendatangkan banyak keuntungan bagi pemilik bisnis. Berikut kelebihannya.

Lebih Hemat Biaya Iklan

Biaya iklan memang relatif, tergantung media yang dipakai. Namun iklan di media offline cenderung mahal daripada media online. Walaupun begitu, iklan yang viral dapat menghemat biaya pemasaran. Jika iklan Anda sukses menjadi viral, keuntungan yang diperoleh bisa berlipat. Keuntungan yang diperoleh bahkan bisa menutupi modal awal untuk membuat iklan. Pasalnya iklan akan menjadi viral dengan tersebar terus-menerus. Tidak hanya itu, iklan akan dapat menjangkau audiens di luar target pasar Anda.

Baca Juga  5 Tips Content Marketing untuk Memaksimalkan Potensi Penjualan Website

Menambah Brand Awareness

Social media brand awareness berkaitan dengan seberapa kenal masyarakat dengan sebuah produk atau jasa. Viral marketing dapat meningkatkan brand awareness ini. Terlebih jika kampanye Anda dapat memberikan pesan yang positif.

Kemungkinan Diliput Media

Media menyukai pemberitaan akan hal-hal yang viral. Banyak media seperti koran, televisi, radio, majalah, dan lain-lain akan meliput iklan Anda yang menarik perhatian mereka. Dengan demikian, seperti yang disinggung pada alasan pertama, akan menghemat pengeluaran biaya untuk iklan.

Risiko Viral Marketing

Walaupun menawarkan sejumlah kelebihan, viral marketing tidak lepas dari risikonya. Berikut penjelasannya.

Kemungkinan Menumbuhkan Citra Negatif

Jika tidak ditangani secara tepat, viral marketing justru dapat berbalik menjadi bumerang. Masyarakat bisa saja mengambil sudut pandang yang negatif dari maksud iklan tersebut. Terlebih lagi masyarakat lebih mudah menyebarkan berita negatif daripada berita positif. Studi menunjukkan masyarakat lebih memiliki respons emosional terhadap berita negatif. Apalagi berita negatif sulit dikendalikan dan di-cover dengan berita positif.

Sulit Diukur

Efek viral marketing sulit diukur dengan angka, apakah berpengaruh ke tingkat penjualan atau tidak. Selain itu tidak ada kesepakatan dalam bisnis terkait bagaimana cara mengukur tingkat kesuksesan iklan viral. Viral marketing bisa saja berhasil atau tidak. Memang ada strategi untuk membuat konten viral. Namun semua itu tergantung audiens yang menerimanya.

Beberapa iklan hanya membutuhkan waktu singkat untuk menjadi viral. Namun ada pula iklan yang membutuhkan waktu lama hingga berbulan-bulan agar dikenal orang. Bahkan bisa jadi tidak dikenal sama sekali. Jika konsumen merasa kampanye viral akan mengganggu privasi atau keamanan mereka, kemungkinan besar mereka tidak akan membagikan konten tersebut. Akibatnya misi yang diemban iklan tersebut gagal dan reputasi bisnis hancur.

Kampanye viral marketing di masa depan mungkin akan terpengaruh pendapat orang di masa lalu terhadap iklan yang sudah ada. Maka dari itu, perlu dipertimbangkan strategi agar kampanye iklan tidak berjalan sia-sia.

Add comment: