Penjualan marketplace yang belum berkembang sesuai target dapat menjadi alasan brand mengevaluasi strategi advertising. Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah Collaborative Performance Advertising Solution (CPAS), yang memungkinkan brand menjalankan Meta Ads dengan mengarahkan audiens ke halaman produk di marketplace.
Namun, menjalankan CPAS tidak hanya berkaitan dengan aktivasi campaign. Pemilihan produk, strategi advertising, pengelolaan budget, hingga evaluasi performa turut memengaruhi hasil yang diperoleh.
Bagi brand yang ingin menggunakan jasa CPAS Ads, memilih partner yang tepat menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan campaign dikelola sesuai tujuan bisnis.
Agency yang tepat tidak hanya membantu menjalankan campaign, tetapi juga memahami bagaimana advertising dapat mendukung penjualan marketplace dan mengidentifikasi peluang optimasi berdasarkan performa.
7 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Agency CPAS
Sebelum menyerahkan pengelolaan CPAS kepada agency, ada beberapa aspek yang dapat dievaluasi untuk memastikan partner memiliki kemampuan dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan brand.
1. Pengalaman Mengelola Campaign E-commerce
Pengalaman mengelola campaign e-commerce menjadi salah satu pertimbangan awal saat memilih agency CPAS.
Campaign e-commerce memiliki karakteristik yang berbeda dari campaign yang hanya berfokus pada traffic atau lead generation. Selain performa advertising, campaign juga berkaitan dengan ketersediaan produk, harga, promosi, serta pengalaman konsumen di marketplace.
Agency yang memiliki pengalaman di bidang e-commerce umumnya lebih familiar dengan kebutuhan tersebut dan dapat mempertimbangkannya dalam pengelolaan campaign.
Saat mengevaluasi agency, brand dapat menanyakan:
- Apakah agency memiliki pengalaman mengelola campaign CPAS atau Collaborative Ads?
- Bagaimana agency menentukan produk yang diprioritaskan?
- Apakah agency memahami perbedaan karakteristik marketplace dan kebutuhan advertising masing-masing brand?
- Bagaimana agency mengevaluasi campaign yang belum mencapai target penjualan?
Pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan agency dalam menghadapi kebutuhan dan tantangan campaign e-commerce.
2. Kemampuan Menyusun Strategi Campaign
Strategi campaign menjadi aspek penting karena tidak semua produk atau pendekatan advertising memberikan hasil yang sama.
Agency perlu memahami tujuan bisnis brand sebelum menentukan strategi campaign. Misalnya, brand yang ingin meningkatkan penjualan produk tertentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan brand yang ingin mengembangkan penjualan secara keseluruhan.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam strategi CPAS meliputi:
- Product selection: Menentukan produk yang diprioritaskan berdasarkan potensi penjualan, kebutuhan bisnis, dan performa sebelumnya.
- Audience strategy: Menentukan pendekatan targeting dan remarketing sesuai tujuan campaign.
- Creative strategy: Mengembangkan materi advertising yang relevan dengan produk dan kebutuhan audiens.
- Budget allocation: Mengalokasikan budget berdasarkan performa campaign dan peluang optimasi.
- Campaign structure: Menyusun struktur campaign yang mendukung pengelolaan dan evaluasi performa.
Strategi yang terstruktur membantu brand memahami bagaimana campaign dirancang untuk mencapai target yang telah ditentukan.
3. Pendekatan Tracking dan Measurement
Tracking dan measurement diperlukan untuk memahami bagaimana campaign berkontribusi terhadap penjualan marketplace.
Dalam CPAS, data advertising dapat digunakan untuk mengevaluasi performa campaign, termasuk spend, impressions, clicks, serta attributed sales dan ROAS yang tersedia melalui reporting platform.
Namun, attributed sales tidak selalu menunjukkan incremental sales atau seluruh penjualan tambahan yang benar-benar dihasilkan oleh advertising. Oleh karena itu, interpretasi data perlu mempertimbangkan konteks campaign dan bisnis.
Saat memilih agency CPAS, brand perlu memahami:
- Data apa saja yang digunakan untuk mengevaluasi campaign?
- Bagaimana agency membaca attributed sales dan ROAS?
- Apakah agency memahami keterbatasan measurement dalam campaign marketplace?
- Bagaimana hasil campaign dikaitkan dengan target bisnis brand?
Pendekatan measurement yang tepat membantu brand mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya melihat angka performa secara terpisah.
4. Kemampuan Menganalisis dan Mengoptimalkan ROAS
ROAS sering menjadi salah satu metrics utama dalam evaluasi campaign CPAS. Namun, peningkatan ROAS tidak selalu dapat dicapai hanya dengan mengurangi budget atau mengganti audience.
Performa campaign dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- Produk yang dipromosikan dan tingkat permintaannya.
- Harga produk dan daya saing terhadap produk serupa.
- Kualitas creative dan relevansi pesan advertising.
- Audience yang dijangkau campaign.
- Ketersediaan produk dan promo marketplace.
- Pengalaman konsumen saat mengunjungi halaman produk.
Agency yang memiliki pendekatan optimasi yang baik perlu mampu mengidentifikasi faktor yang berpotensi memengaruhi performa dan menentukan tindakan yang relevan.
Misalnya, campaign dengan click volume tinggi tetapi attributed sales rendah perlu dievaluasi lebih lanjut. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kualitas traffic, relevansi produk, atau faktor pada halaman marketplace.
Dengan demikian, optimasi tidak hanya berfokus pada perubahan setting advertising, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi hasil campaign.
5. Reporting yang Memberikan Insight dan Rekomendasi
Reporting menjadi salah satu cara brand mengevaluasi hasil kerja agency dan memahami perkembangan campaign.
Laporan yang hanya menampilkan spend, clicks, sales, dan ROAS mungkin belum cukup untuk membantu brand menentukan langkah berikutnya.
Reporting yang informatif sebaiknya mencakup:
| Komponen | Hal yang Perlu Dijelaskan |
|---|---|
| Campaign performance | Bagaimana hasil campaign dibandingkan dengan target dan periode sebelumnya? |
| Performance drivers | Faktor apa yang berpotensi memengaruhi peningkatan atau penurunan performa? |
| Optimization | Apa saja optimasi yang sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya? |
| Key learnings | Insight apa yang dapat digunakan untuk pengembangan campaign? |
| Next steps | Apa tindakan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi? |
Reporting yang baik membantu brand memahami bukan hanya apa yang terjadi pada campaign, tetapi juga alasan di balik performa dan peluang pengembangannya.
6. Transparansi dalam Pengelolaan Budget dan Campaign
Transparansi menjadi pertimbangan penting ketika brand menyerahkan pengelolaan advertising kepada agency.
Brand perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana budget digunakan, bagaimana campaign dikelola, serta apa saja perubahan yang dilakukan selama campaign berjalan.
Beberapa hal yang dapat ditanyakan meliputi:
- Bagaimana agency mengelola dan memonitor penggunaan budget?
- Apa dasar agency melakukan budget adjustment?
- Bagaimana perubahan strategi atau campaign structure dikomunikasikan?
- Apakah brand memiliki akses terhadap campaign performance dan reporting?
- Bagaimana agency menyampaikan kendala atau perubahan performa?
Transparansi membantu brand menjaga visibilitas terhadap aktivitas advertising sekaligus membangun working relationship yang lebih baik dengan agency.
7. Scope Layanan dan Working Process
Sebelum bekerja sama dengan agency CPAS, brand juga perlu memahami scope layanan dan proses kerja yang ditawarkan.
Hal ini penting karena kebutuhan pengelolaan campaign dapat berbeda antarbrand, tergantung kapasitas internal dan kompleksitas advertising.
Beberapa aspek yang perlu diperjelas meliputi:
- Apakah layanan mencakup campaign setup dan management?
- Apakah creative development termasuk dalam scope?
- Apakah agency membantu product selection dan campaign strategy?
- Bagaimana proses monitoring dan optimization dilakukan?
- Bagaimana reporting dan evaluasi campaign berlangsung?
- Siapa yang bertanggung jawab atas kebutuhan creative, marketplace operation, dan advertising?
Memahami scope layanan sejak awal membantu brand memastikan kebutuhan campaign dapat ditangani dengan baik dan menghindari perbedaan ekspektasi selama kerja sama.
Pertanyaan yang Bisa Diajukan Saat Memilih Agency CPAS
Selain mengevaluasi pengalaman dan layanan agency, brand dapat mengajukan beberapa pertanyaan untuk memahami pendekatan pengelolaan campaign secara lebih konkret.
| Pertanyaan | Tujuan Evaluasi |
|---|---|
| Bagaimana agency menentukan produk yang akan diprioritaskan dalam CPAS? | Memahami pendekatan product selection |
| Bagaimana agency menentukan strategi campaign berdasarkan target brand? | Mengevaluasi kemampuan strategic planning |
| Apa yang dilakukan ketika campaign menghasilkan clicks tetapi penjualan belum optimal? | Memahami pendekatan analisis dan troubleshooting |
| Bagaimana agency menentukan budget allocation? | Mengevaluasi pendekatan budget management |
| Bagaimana agency mengukur dan mengevaluasi performa campaign? | Memahami measurement dan reporting |
| Apa saja optimasi yang biasanya dilakukan berdasarkan hasil campaign? | Mengevaluasi kemampuan optimization |
| Bagaimana agency menyampaikan insight dan rekomendasi kepada brand? | Memahami reporting dan komunikasi |
Pertanyaan tersebut dapat membantu brand membandingkan agency berdasarkan pendekatan kerja dan kemampuan pengelolaan campaign, bukan hanya berdasarkan biaya layanan. Untuk kriteria yang lebih umum, baca juga panduan memilih digital advertising agency.
Kapan Brand Perlu Menggunakan Jasa Agency CPAS?
Menggunakan jasa agency CPAS dapat menjadi pertimbangan ketika brand membutuhkan expertise atau kapasitas tambahan dalam mengelola advertising marketplace.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi indikasi kebutuhan tersebut antara lain:
Campaign sudah berjalan, tetapi performa belum optimal
Brand membutuhkan analisis lebih lanjut untuk memahami faktor yang memengaruhi performa dan menentukan peluang optimasi.
Tim internal memiliki keterbatasan kapasitas
Pengelolaan campaign membutuhkan monitoring, evaluasi, dan optimasi secara konsisten. Agency dapat membantu menangani aktivitas tersebut sesuai scope layanan.
Brand ingin mengembangkan strategi advertising marketplace
Brand yang ingin meningkatkan investasi advertising atau memperluas campaign dapat membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam pengelolaan budget, product selection, dan performance optimization.
Brand membutuhkan reporting dan insight yang lebih mendalam
Agency dapat membantu menginterpretasikan performa campaign dan menyusun rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi.
Pada akhirnya, keputusan menggunakan agency perlu mempertimbangkan kebutuhan bisnis, kapasitas internal, serta kompleksitas campaign yang akan dikelola.
FAQ Seputar Jasa CPAS Ads
Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan jasa CPAS?
Brand perlu mempertimbangkan kesiapan bisnis, produk yang akan dipromosikan, tujuan campaign, budget advertising, serta kesiapan marketplace. Jika menggunakan agency, pengalaman e-commerce, strategi campaign, tracking, reporting, dan scope layanan juga perlu dievaluasi.
Bagaimana cara memilih agency CPAS yang tepat?
Evaluasi agency berdasarkan pengalaman mengelola campaign e-commerce, kemampuan menyusun strategi, pendekatan optimasi, transparansi pengelolaan budget, serta kualitas reporting. Brand juga dapat meminta penjelasan mengenai proses kerja dan contoh pendekatan campaign yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Apakah agency CPAS dapat menjamin peningkatan ROAS?
Tidak ada agency yang dapat menjamin peningkatan ROAS secara absolut. Performa campaign dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk produk, harga, creative, audience, budget, dan kondisi marketplace. Agency dapat membantu mengidentifikasi peluang optimasi dan mengelola campaign berdasarkan data performa.
Apa perbedaan menggunakan agency CPAS dan mengelola campaign secara internal?
Pengelolaan internal memberikan kontrol langsung kepada tim brand, tetapi membutuhkan kapasitas dan expertise untuk menjalankan campaign. Agency dapat memberikan dukungan strategic planning, campaign management, monitoring, optimization, dan reporting sesuai scope layanan.
Apakah brand perlu menyiapkan creative sendiri untuk campaign CPAS?
Kebutuhan creative bergantung pada scope layanan agency. Beberapa agency menyediakan creative development, sementara lainnya berfokus pada campaign management. Brand perlu memastikan kebutuhan creative dan pembagian tanggung jawab telah disepakati sebelum campaign berjalan.
Memilih Partner CPAS untuk Mendukung Pertumbuhan Penjualan Marketplace
Mengelola CPAS membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas advertising, tetapi juga pada bagaimana campaign dirancang, dievaluasi, dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan bisnis.
Partner yang tepat dapat membantu brand memahami performa campaign, mengidentifikasi peluang optimasi, serta mengembangkan strategi advertising marketplace secara lebih terstruktur.
Jika brand sedang mempertimbangkan menggunakan jasa CPAS Ads, evaluasi kebutuhan bisnis dan pendekatan agency menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk kerja sama yang paling sesuai.
IDEOWORKS.id membantu brand mengelola digital advertising melalui pendekatan strategy, campaign management, performance monitoring, dan optimization yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Diskusikan kebutuhan advertising marketplace brand Anda bersama tim IDEOWORKS.id untuk mengevaluasi peluang pengembangan campaign CPAS.

