Articles

13 Januari 2022

Macro Influencer vs Micro Influencer: Mana yang Tepat untuk Anda?

Melewati 1 dekade, kita dapat melihat betapa besar dan pesatnya perkembangan teknologi, terlebih media sosial di masyarakat. Ditambah dengan munculnya pandemi COVID-19 yang mengubah total kegiatan harian setiap orang dari mayoritas aktivitas fisik menjadi aktivitas digital, tentunya mendatangkan peluang-peluang dan profesi baru, yaitu influencer.

Influencer marketing berkembang menjadi taktik marketing test-and-see. Banyak brand mengalokasikan sebagian besar anggaran marketing mereka untuk berkolaborasi dengan makro dan mikro influencer. Tak jarang brand-brand besar dan terkenal menggelontorkan puluhan bahkan mungkin ratusan juta rupiah hanya untuk influencer marketing saja. Tapi belum tentu semua brand memiliki uang sebanyak itu untuk influencer marketing

Nah, Anda dapat memanfaatkan anggaran yang lebih kecil dengan strategi yang tepat, dan juga dengan menggunakan jasa influencer digital agency. Saat Anda ingin memaksimalkan hasil dari influencer marketing, Anda harus beranjak dari nol: menentukan jenis influencer apa yang ingin Anda ajak berkolaborasi.

Macro vs Micro Influencer

Sebelum Anda memulai perjalanan menggunakan influencer marketing, ketahui dulu apa perbedaan dari macro influencer dan micro influencer.

  • Macro influencer

Pada umumnya adalah influencer yang memiliki jumlah following di atas 100.000 dan setidaknya engagement rate sebesar 3%. Biasanya, macro influencer seperti ini memiliki titel lain, misalnya selebriti, TV personality, atlet, atau opinion leader di suatu komunitas. Mereka dapat memanfaatkan status ‘terkenal’ mereka untuk membangun komunitas dan social media following mereka dalam waktu yang singkat dibandingkan seorang micro influencer. Karena basis penggemar mereka yang besar, macro influencer dapat membangun following mereka dengan cepat, sehingga bukan aneh melihat angka following mereka yang besar. Macro influencer cenderung memiliki pertumbuhan following dan kolaborasi yang konsisten. Namun, Anda dapat mengharapkan tingkat engagement number yang lebih rendah dibandingkan dengan micro influencer kecuali mereka memiliki titel lain yang membantu follower merasa mereka memiliki hubungan yang tulus dan dekat dengan macro influencer.

  • Micro influencer

Adalah kebalikannya. Micro influencer cenderung memiliki engagement rate lebih tinggi, dengan rata-rata engagement rate 7% – 20%. Hanya karena seseorang memiliki following lebih banyak tidak menjamin hasil yang lebih besar untuk brand Anda. Faktanya, micro influencer adalah pilihan terbaik dalam hal return-of-investment (ROI). Micro influencer adalah pilihan hemat biaya untuk mendapatkan lebih banyak social media engagement

Baca Juga  Keunggulan Instagram Marketing dalam Branding Usaha

Ini karena  micro influencer adalah perpaduan sempurna antara influencer dan seorang sahabat. Follower dari micro influencer merasakan hubungan yang lebih dalam karena engagement rate mereka yang lebih tinggi dan konsisten dengan komunitas mereka.

More Info

CONTACT US

Address

Pejaten Barat 46, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510 INDONESIA

Email marketing@ideoworks.co.id

Phone/WA +62 8111 846466

Back to top