Preloader
Pemulihan Ekonomi Nasional, Akankah Stabil pada 2023?

Pemulihan Ekonomi Nasional, Akankah Stabil pada 2023?

Pandemi Covid-19 yang menerpa Indonesia pada awal tahun 2020 turut membuat roda perekonomian melemah. Tempat-tempat bisnis seperti toko, restoran, hotel, dan destinasi rekreasi yang sepi pengunjung benar-benar mengakibatkan ekonomi melemah hingga munculnya banyak korban PHK. Hampir tiga tahun berselang, Indonesia perlahan-lahan mulai bangkit dari keterpurukan dengan mencanangkan pemulihan ekonomi nasional.

Meski begitu, ada ancaman baru dari luar yang disebut sebagai resesi. Masih dalam rangka pemulihan ekonomi, akankah resesi 2023 mengganggu rencana yang sudah disusun oleh pemerintah Indonesia? Berikut kami berikan bahasan selengkapnya seputar penguatan ekonomi di Indonesia, kondisi di berbagai sektor, cara-cara yang dilakukan, dan optimisme yang terus dijaga di tengah risiko resesi yang meningkat.

Perkembangan pemulihan ekonomi di Indonesia

Berdasarkan laporan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia per November 2022, pertumbuhan ekonomi di Indonesia berhasil memperoleh angka yang cukup bagus. Bahkan, persentase yang diperoleh melebihi jumlah yang diprediksikan di awal. Pasalnya, pada triwulan ke-3, pertumbuhan ekonomi di Indonesia berhasil meningkat sebesar 5,72% dari prediksi Kementerian Keuangan sejumlah 5,7%.

Dengan angka tersebut, praktis dibilang bahwa pemulihan ekonomi nasional adalah hal yang tak mustahil dicapai. Lambat laun, keterpurukan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 semakin berkurang dengan laju pertumbuhan yang positif. Bahkan, angka ini bisa menjadi indikator penguatan ekonomi yang cukup mantap di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia pada 2023.

Kondisi di berbagai sektor dan waktu

Dari angka kumulatif pertumbuhan ekonomi tersebut, bisa dibilang bahwa laju pertumbuhan ekonomi di sektor rumah tangga masih cukup tinggi, yaitu sekitar 5,4%. Sementara itu, sektor ekspor dan impor menempati peringkat yang paling tinggi, yakni di angka 21,6% dan 23%. Kabar baik lainnya yang juga datang adalah menurunnya persentase pengangguran di Indonesia dari Agustus 2021 ke Agustus 2022. Penurunan ini mencapai 0,6 persen dari 6,5% ke 5,9%.

Contoh pemulihan ekonomi di Indonesia

Contoh pemulihan ekonomi di Indonesia yang patut Anda lihat berikutnya adalah di bidang otomotif. Tak bisa dimungkiri, sektor ini menyumbang sebesar 4,34% PDB nasional pada 2019. Bahkan, saat dunia dilanda pandemi Covid-19, industri otomotif masih mempekerjakan setidaknya 17 juta pekerja yang 13,6% di antaranya berasal dari angkatan kerja nasional.

Saat berbagai sektor perlahan-lahan mulai merangkak naik, industri otomotif juga melihat peluang yang sama. Bahkan, sektor ini percaya diri bakal menjadi salah satu yang punya peran besar terhadap Indonesia dan dunia. Pasalnya, Indonesia merupakan pemasok nikel terbesar di dunia yang bakal dibutuhkan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan baterai untuk kendaraan berbahan bakar listrik.

Maka dari itu, Bank Danamon bersama MUFG Bank dan Adira Finance menginisiasi acara bertajuk The Indonesia 2023 Summit. Tujuannya antara lain untuk mempercepat dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya berkutat di sektor otomotif, ketiga pihak tersebut bahkan turut mendukung berbagai lini guna mencapai penguatan ekonomi di berbagai bidang.

Optimisme yang terus dijaga di tengah meningkatnya risiko

Meski pertumbuhan ekonomi nasional mencapai jumlah yang cukup baik pada kuartal ke-3 tahun 2022, sayangnya situasi kuartal ke-4 pada tahun tersebut—dan tahun-tahun mendatang—cenderung lebih melambat. Belum lagi, ada risiko ketidakpastian dari ekonomi global yang berkaitan dengan konflik geopolitik dan angka inflasi yang terus meningkat.

Dua hal tersebut bisa memicu guncangan di pasar keuangan, khususnya pada negara-negara berkembang. Sebab, akan ada pengetatan kebijakan moneter yang cukup agresif. Meski begitu, optimisme para pelaku bisnis dan pihak-pihak yang bergerak di ranah keuangan harus tetap dijaga. Apalagi mengingat pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 secara keseluruhan berada di angka 5% sampai 5,3%. 

Meski kondisi ekonomi global memberi dampak ketidakpastian yang dapat membuat para pelaku bisnis ketar-ketir, Anda tak perlu terlalu khawatir. Mengenang tahun-tahun awal pandemi Covid-19 melanda dunia, tidak ada yang menyangka bahwa pemulihan ekonomi nasional bisa bangkit secepat ini.

Agar bisnis Anda juga bisa tetap survive di tengah inflasi dan fenomena resesi 2023, lakukan konsultasi dengan IDEOWORKS. Bersama tim berpengalaman, kami akan memberikan sesi konsultasi agar para pelaku bisnis tetap bisa menjalankan roda perekonomian bisnis di berbagai situasi. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Let’s talk about your brand