Preloader
Losmen Bu Broto Ideoworks

Tayang Serentak 18 November, Ini 5 Fakta Unik Film Losmen Bu Broto

Film Losmen Bu Broto karya sutradara Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 18 November 2021. Film ini merupakan hasil kolaborasi Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, IDEOWORKS.id, dan Fourcolours Films. Ini merupakan kali pertama sebuah digital agency terlibat langsung dalam proses produksi sebuah film di Indonesia.

Film Losmen Bu Broto ini merupakan karya reboot dari serial legendaris pada 1980-an berjudul Losmen. Berlatar di Yogyakarta era 2021, film Losmen Bu Broto menceritakan tentang sebuah keluarga sederhana dan kehidupan wisatawan di sebuah losmen.

5 Fakta Menarik Seputar Losmen Bu Broto

Berikut lima fakta menarik seputar film Losmen Bu Broto yang perlu Anda ketahui:

  • Reboot Serial TV Legendaris Tahun 1980-an

Film Losmen Bu Broto ini merupakan adaptasi dari serial legendaris berjudul Losmen yang tayang di TVRI pada 1987. Namun, yang membedakan dari serialnya, film Losmen Bu Broto ini berfokus pada cerita awal mula Bu Broto membangun losmen, dan bagaimana dinamika kehidupan keluarga Broto dalam menjalankan usaha losmen tersebut.

  • Mengangkat Kisah Keluarga yang Nyata

Pusat dari film Losmen Bu Broto adalah dinamika keluarga Broto dalam menjalankan usaha losmen. Konflik keluarga yang nyata dan banyak terjadi di kehidupan sehari-hari menjadi daya tarik yang kuat dan dapat dirasakan oleh semua orang. Tak hanya konflik keluarga, film ini juga menunjukkan usaha Pak Broto dalam mempertahankan bisnis losmennya dan menghidupi keluarganya.

  • Momen Nostalgia Bagi Mathias Muchus

Film Losmen Bu Broto akan menjadi sebuah momen bagi Mathias Muchus untuk bernostalgia, karena Mathias Muchus terlibat langsung dengan serial Losmen yang populer pada 1980-an. Mathias Muchus saat muda memerankan Tarjo, putra bungsu dari keluarga Broto yang sekarang diperankan oleh Baskara Mahendra. Ia juga mengatakan bahwa diangkatnya serial Losmen ke layar lebar baginya merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

  • Pemilihan Pemeran yang Cocok dengan Tokoh yang Diperankan

Pemilihan pemeran dan perannya dalam film Losmen Bu Broto ini sangat apik. Selain mathias Muchus yang sekarang menjadi Pak Broto, Maudy Koesnaedy sebagai Bu Broto, pemilihan pemeran untuk ketiga anak keluarga Broto juga sesuai dengan karakter yang mereka perankan. Mbak Pur yang diperankan oleh Putri Marino sama-sama senang memasak. 

Karakter Jeng Sri yang hobi bernyanyi diperankan oleh Maudy Ayunda yang terkenal dengan karir musiknya. Peran Tarjo sebagai anak bungsu yang santai sesuai dengan karakter Baskara Mahendra yang kesehariannya memiliki pembawaan yang santai. Selain itu, pemilihan pemeran untuk karakter Mas Djarot yang seorang seniman juga sesuai dengan kehidupan nyata Marthino Lio yang juga menyukai seni.

  • Film Indonesia Pertama yang Melibatkan Digital Agency sebagai Executive Producer

Film Losmen Bu Broto menjadi film Indonesia pertama yang melibatkan digital agency sebagai Executive Producer, dan IDEOWORKS.id memutuskan untuk terlibat langsung karena melihat intellectual property (IP) dari film Losmen Bu Broto yang mengedepankan nilai budaya dan keluarga Indonesia.

IDEOWORKS.id merupakan sebuah digital agency yang berbasis di Jakarta. Di dalam produksi Losmen Bu Broto, IDEOWORKS.id berperan dalam digital marketing yang dilakukan untuk mempromosikan film ini, mulai dari proses pengelolaan social media sampai content management dan content marketing. 

IDEOWORKS.id sebagai salah satu digital agency bangga dapat menjadi digital agency pertama yang mendukung dan ikut terlibat dalam produksi film Losmen Bu Broto ini. IDEOWORKS.id sebagai partner digital agency akan terus mendukung untuk memajukan industri film Indonesia, khususnya setelah industri film Indonesia terhenti karena pandemi COVID-19. IDEOWORKS.id adalah digital agency yang berpengalaman dalam berbagai bidang marketing dan advertising, dan kesempatan menjadi partner digital agency pertama yang terlibat langsung dalam produksi film Indonesia adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi IDEOWORKS.id, dan kami berharap akan terus menjadi digital agency yang akan terus berkolaborasi dengan industri film Indonesia.

Kenapa Promosi Film Butuh Kerja Digital yang Terencana

Jawaban singkatnya: sekarang penonton biasanya mengenal sebuah film dari layar ponsel dulu, baru memutuskan membeli tiket. Poster dan trailer saja tidak cukup kalau tidak ada yang mengatur kapan, di mana, dan dalam bentuk apa orang bertemu dengan film itu.

Di Losmen Bu Broto, IDEOWORKS.id memegang sisi digital marketing, mulai dari pengelolaan social media, content management, sampai content marketing. Ketiganya saling menyambung dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

Pembagian Kerja Promosi Digital Sebuah Film

Bagian Isinya Contoh dalam promosi film
Social media Akun resmi, interaksi, dan balasan komentar Mengenalkan pemeran dan tokoh satu per satu
Content management Jadwal unggahan, gaya bahasa, dan alur konten Menjaga cerita tetap sejalan dari pengumuman sampai hari tayang
Content marketing Artikel dan konten yang membahas film Tulisan tentang jalan cerita, fakta menarik, dan pesan film

Pembaca yang penasaran dengan jalan cerita bisa membuka sinopsis Losmen Bu Broto. Yang lebih tertarik pada pesannya bisa membaca ulasan tentang moral value yang tersirat dalam film Losmen Bu Broto. Dua tulisan itu melayani niat orang yang berbeda dari satu film yang sama.

Pelajaran untuk Brand Lain: Mulai dari Cerita yang Dekat

Film ini punya modal yang bisa ditiru brand mana pun, yaitu cerita keluarga dengan konflik yang dekat dengan keseharian. Nostalgia dari serial lamanya juga memberi banyak orang alasan untuk membicarakannya, seperti yang terlihat dari cerita tentang momen nostalgia Mathias Muchus. Respons dari pemerintah pun jadi bahan cerita tersendiri, seperti yang dibahas di artikel apresiasi Menparekraf untuk Losmen Bu Broto.

Tiga hal ini bisa dibawa ke campaign brand Anda:

  • Mulai dari cerita yang sudah dekat dengan audiens, bukan dari daftar fitur produk.
  • Beri tiap tokoh atau orang di balik produk sorotan sendiri, supaya audiens punya yang bisa diikuti.
  • Bicarakan hal yang sama dari beberapa sudut, misalnya sinopsis, fakta unik, dan pesan di baliknya.

Contohnya toko roti keluarga yang sudah lama berdiri. Daripada hanya memasang daftar harga, ceritakan resep turun-temurun, orang di balik dapur, dan pelanggan lamanya. Kalau butuh foto dan video untuk campaign seperti itu, lihat layanan photo and video production kami.

Intinya, promosi yang baik tidak berhenti di satu unggahan. Setiap konten punya peran: ada yang memperkenalkan, ada yang meyakinkan, ada yang mengingatkan. Kalau semuanya dirancang dari awal, pesannya terasa utuh dan audiens tidak merasa dibombardir hal yang sama berulang kali.

Karena itu, mulailah dengan kalender sederhana yang memuat tanggal penting, jenis konten, dan siapa yang bertanggung jawab di tiap tahap.

Tiga Fase Promosi yang Bisa Ditiru

Promosi film biasanya berjalan dalam tiga fase. Sebelum tayang, tujuannya membangun rasa penasaran lewat pengenalan tokoh dan cerita. Saat tayang, fokusnya mengajak orang membeli tiket lewat jadwal dan ulasan. Setelah tayang, biarkan penonton berbagi pengalamannya sendiri.

Pola yang sama berlaku untuk peluncuran lain. Klinik yang membuka layanan baru atau toko online yang merilis koleksi terbaru bisa memakai urutan yang sama: pancing penasaran, ajak mencoba, lalu kumpulkan cerita pelanggan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan film Losmen Bu Broto tayang?

Film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 18 November 2021.

Siapa saja yang berkolaborasi dalam produksinya?

Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, IDEOWORKS.id, dan Fourcolours Films. Filmnya disutradarai Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono.

Apa peran IDEOWORKS.id di film ini?

IDEOWORKS.id terlibat sebagai Executive Producer dan memegang digital marketing, termasuk pengelolaan social media, content management, dan content marketing.

Tags

Further Reading: